Monday, August 11, 2014

Abaikan dan Teruskan

      Heeyyy Nee-chan punya cerita nih,.. baca yuukk

      "Dhira,. Nadya sekarang juga ikut saya ke kantor." Panggil Bu Resti Waka Kesiswaan sekolah. "What? kenapa dengan kita Dhir??" tanya Nadya sedikit syok karena panggilan tak terduga ini. "Ya mana aku tau nadyaaa,.. kan beliau gak bilang kita dipanggil kenapa.. Udah deh ntar juga bakalan tau sendiri. yukk,.." ujar Dhira dan mereka segera bergegas ke ruang kesiswaan.Setelah di persilahkan duduk, mereka di beri pertanyaan bermacam macam dan sangat membingungkan. "stop bu,. stopp,.. Pertanyaan demi pertanyaan yang ibu kasih ke kamu itu ngga ada sangkut pautnya sama kita bu.." protes Dhira. "Dhira,.!! sekolah ini itu sudah menyediakan Kunci jawaban yang banyak untuk ujian yang akan datang,. kenapa kalian tidak berminat untuk memanfaatkannya.? kalian tidak kasian pada guru kalian yang telah berusaha mencarikan bocoran?" Sepertinya Bu Resti marah sekali. Yap, memang Ujian Nasional yang akan datang ini telah di sediakan kunci jawaban atau bocoran untuk seluruh murid yang akan ujian. "Bu Resti,.. apa gunanya ibu mengajar kami?" Tanya Nadya. "Supaya kalian pintar laah." jawab bu Resti. "Nah kalo gitu, knapa mesti nyontek sih kalo ibu udah mengajarkan ilmu-ilmu itu kepada kita. Kalo emang udah niat nyontek dari  awal,.. saya ngga akan masuk sekolah deh bu,.. saya akan masuk waktu ujian aja,." ujar Dhira mantap. "Kalo kalian tidak masuk sekolah, tidak ada yang belajar." ujar guru itu. "Ya Sudah,.. saya ke sekolah untuk belajar bu bukan untuk nyontek.. Permisi,..!" Ujar Nadya seraya pergi meninggalkan kantor diikuti dengan Dhira.

        Saat bel istirahat,.. "Aku heran deh dengan Bangsa ini,.. pingin negaranya maju,.. tapi mendidik murisnya aja masih salah kaprah kayak gitu, gimana mau sukses,..?" Celoteh Nadya. "Iya Nad,.. mangkanyaa kita jangan ikutan yang ngga baik,.. Kita buktikan aja kalo kita bisa tanpa curang." Kebijakan Dhira menenangkan hati Nadya. "Oke"


        Saat Ujian tiba,. Nadya dan Dhira mengerjakan dengan sangat teliti. Mereka tidak ada niatan mencontek sama sekali. Bahkan saat di beri jawaban oleh pengawas, mereka hanya tersenyum dan berkata. "Saya percaya Allah bersama kita." dan seketika sang pengwasa pergi dari hadapannya.

         Hari kelulusan tlah tiba, pengumuman di tempel di papan pengumuman. Dhira dan Nadya berdoa agar mendapat kan yang terbaik. "Alhamdulillah Dhir,. kita Lulus,.." ujar Nadya. "Iya Alhamdulillah,.. tapi kenapa segini banyak nya sih yang tidak lulus,.?" Yang tidak lulus di sekolah mereka ada 50 anak dari 100 anak, setengahnya.


Hikmah yang dapat diambil ialah,..
"Berusaha lah semaksimal mungkin,. serahkan sisanya kepada Tuhan Yang Maha Esa,.." "Jangan sekali kali engkau berbuat curang,. karena Kecurangan tidak akan menjadi penolong."


sekian dari Nee-chan,.. see you ~~~ ^_^

No comments:

Post a Comment