Sunday, November 16, 2014

Mnghindari Sikap "Sok Pintar"

          Hay minna,. Sudah lama nih Nee-chan tidak mengisi Blog. Nah, Hari ini Nee-chan mau mengisi tentang Menghindari Sikap "Sok Pintar"

          "Seburuk-buruknya umatku adalah orang yang banyak omong, bermulut besar dan berlagak pandai (sok tau atau sok pintar)" HR. Ahmad

          Bukanlah suatu kelemahan apalagi aib untuk mengatakan "tidak tau". Jujur mengakui ketidaktahuan bisa menyelamatkan diri dari rasa malu. Ketidaktahuan akan menjadi pintu ilmu apabila di sertai keingintahuan. Dari keingintahuan inilah kemudian pintu ilmu terbuka seandainya ditindaklanjuti upaya untuk mencari tahu seperti bertanya, membaca atau belajar.

           Rasulullah SAW pernah bersabda" penawar penyakit al 'iyyu  (kebodohan)  adalah dangan bertanya dan belajar." Maksud kata Al'iyyu  adalah kebodohan atau ungkapan yang membingungkan atau tidak jelas. Orang yang sok tahu menunjukkan ciri-ciri seperti itu.

            Napoleon Hill mengutarakan, "Ciri khas orang yang amat sedikit memiliki pengetahuan adalah selalu berusaha membangun kesan agar pengetahuannya banyak." Menurut seuah nasihat; jangan bercerita banyak tentang dirimu. Temanmu tidak membutuhkannya, sementara musuhmu tidak akan mempercayainya.
         
             Bersikap "Sok Tahu" Sesungguhnya adalah kesombongan yang dilandasi kebodohan Meskipun pelakunya merasa pintar dan berpengetahuan.  "Janganlah engkau mengikuti apa yang tidak mempunyai pengetahuan tentangny. sesunguhnya pendengaran, pengelihatan dan hatiu, akan diminta pertanggung jawaban." QS. 17 : 36


           Ada sebuah kisah, Dalam suatu perjalanan, seorang sahabat di masa Rasulullah SAW mengalami kecelakaan. Kepalanya mengalami luka berat dan pendarahan hebat akibat tertimpa batu. Malamnya, ia bermimpi sehingga paginya harus mandi besar. Namun sebelumnya ia bertanya pada teman-temannya perihal keringanan bertayamum mengingat luka menganga di kepalanya. "Tidak ada keringanan, selama engkau bisa mendapatkan air!" jawab mereka. Merasa tidak ada pilihan lain, lelaki itu pun mandi besar. Ia menyiram seluruh tubuhnya dengan air, termasuk kepalanya yang masih luka berat. Setelah menahan sakit di kepalanya, orang tersebut meninggal dunia. Sekembalinya dari madinah, Kepada Nabi SAW, Jabir mengisahkan kematian lelaki tadi serta perihal jawaban teman-temannya bahwa ia harus tetap mandi besar dengan alasan masih mendapatkan air. Mendengar penjelasan itu, Rasulullah Saw tampak marah, "Mengapa mereka tidak bertanya dahulu. sesungguhnya penawar kebodohan adalah bertanya. Mestinya lelakii itu cukup bertayamum, dengan membungkus bagian lukanya dengan alas yang keras lalu mengusap di atasnya dengan air. Kemudian menyiram dan membasahi sisa anggota badannya."

Nah Minna,. bertanyalah kalau kalian nggak tau. Agar tidak terjadi kesesatan. ;) oke


Dikutip dan di rangkum dari buku Muhammad SAW The Greatest Inspirator and Motivator. yang di tulis oleh Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec

No comments:

Post a Comment