Saturday, September 27, 2014

Anekdot_Tawuran


          Suatu hari, di sebuah gedung terjadi rapat antar kepala sekolah. Mereka sedang membicarakan masalah siswanya.

           Kepala Sekolah A adalah kepala sekolah dari kepala sekolah. Setelah satu tahun ini, Mrs A mendapat laporan bahwa para pelajar indonesia tercatat sering melakukan tawuran. “Saya merasa kecewa dengan kalian. Bagaimana tidak, sekolah itu di bangun untuk mendidik anak agar mereka punya Budi Pekerti yang baik,!” Ucap A.

            “Bu A! Jujur saya tidak pernah mangajari murid saya tawuran. Mereka saya didik menjadi murid yang baik Bu!” Ujar B. Bagus B! Itu yang saya inginkan!” Tegas A.

          Sebulan kemudian, rapat kembali membahas masalah tawuran. “Bagaimana ini?! Kalian tidak ada kemajuan menjadi lebih baik! LIHAT! Semakin banyak saja laporan tentang tawuran pelajar.” Bentak A. “Saya janji Bu, bulan depan tidak akan ada tawuran pelajar.” Ujar C.

          Bulan depannya, rapat kembali diadakan, “Apa-apaan ini?! Kenapa muka kalian babak belur begitu? Apa kalian kecelakaan?” Tanya A kaget. “Tidak pak, ini upaya kami menghentikan tawuran pelajar.” Ujar D. “Bagaimana upaya kalian?” A masih heran.

        “Mudah pak! Bukan pelajar yang tawuran, tapi kami para guru.” Dengan polosnya D menjawab. “Hebat kalian.” Ungkap A.

Best Friend Forever

         Moshi Moshi Minna,..Lama ni Nee-chan ngga ngisi blog. Nee-chan sibuk. ni Nee-chan punya Cerita. Let'a read :)


           Law dan Yen adalah 2 anak gadis yang tinggal di kawasan Osaka, mereka bersahabat sejak kecil dan selalu bersama. Kini, Law dan Yen berumur 18 tahun, yakni kelas 3 SMA. Rumah mereka pun tak berjauhan.

              Suatu hari, Law hendak mengikuti sebuah acara drama budaya. Yen yang slama ini mendukung Law tiba-tiba menghilang di saat Law ingin menyampaikan adanya acara tersebut. Law yang merasa kehilangan datang ke rumah Yen. Tapi tak dapat di percaya, rumah Yen sudah kosong dan tak berpenghuni. Law pun saat itu menghubungi HP Yen, tapi yang menjawab Operator. Nomer Yen sudah tidak aktif. Akhirnya Law pun pulang dengan perasaan sedih, marah, kesal, takut jadi satu. Law takut ada sesuatu yang terjadi sama Yen, dia sedih karena Yen ngga ada di rumah, dia marah karena Yen pergi gitu aja. "Apa yang terjadi sama Yen? kemana dia?"  Dia bertanya dalam hati dan tentunya tak ada yang menjawabnya.

               Sudah satu tahun Yen pergi, di sekolah dia ngga ada, di tempat les juga di tidak ada. Semua orang yang di tanya hanya terdiam, seakan-akan menyembunyikan suatu kebohongan. Akhirnya, Law pergi merantau ke Tokyo untuk Kuliah. Dia berhasil masuk ke Universitas Tokyo Japan. Dia juga berniat mencari Yen. Dengar-dengar, Yen pergi ke Tokyo bersama keluarganya. tapi ternyata, Yen tidak ada di Universitas Tokyo.  Sehari harinya, Law pergi ke kampus dan aktif berorganisasi. Hingga dia melupakan sejenak kepedihannya.


              Pada Weekend akhir Tahun, Law pergi ke pusat Kota untuk melihat kembang api. "Yen, lama kita tidak merayakan Akhir tahun seperti ini,. Yen, kamu di mana sih? aku merindukanmu Yen." Ucapnya dalam hati.  Law menitikkan air mata. "Jangan nangis seperti itu Law, terlihat jelek sekali tauk." dia tersentak. Ken teman satu kelas Law ada di sebelah nya. "Ken?! sejak kapan kau disini?" Tanya Law. "Sejak tadi Law. hey muka kamu kusut banget? kenapa?" Ken ganti bertanya pada Law. "eh? tidak." segera Law mengusap air matanya.

             SAANN(tiga)!!! NIII (dua)!!! ICHII (satu)!! AKAMASHITE OMEDETOU!!! (met taun baru) 
  
            "Law, ikut aku." ujar Ken sambil menarik Tangan Law. "indah bukan?" Ucapan ken membangunkan lamunannya. "Ehm.. iya." "Selamat Tahun Baru Law." kata Ken sambil mencium kening Law. "Jangan menangis lagi." pesan Ken. tapi tak di sangka, Law justru makin menangis. "YEENNN!!!!!!" Teriak Law kencang sekali. Ken menatapnya iba, dia tau apa yang sedang di alami cewek cantik di sebelahnya ini. Ken memeluk Law erat. Tangisan Law terhenti. Ken melepas pelukannya. "Law,. Will you be my girlfriend?" Law tersentak kaget. Dia hampir berlari, Namun Ken menahannya. "I will always with you, I will erase your tears if you cry. and I will protect you from the other wont to make you cry. I Love You Law."  Law menangis dan mengangguk. Dia sangat menyayangi Ken sejak awal masuk kampus, dia menceritakan masa lalunya bersama Sahabatnya Yen yang kemudian menghilang.

            Sejak saat itu Law kembali ceria. Bersama ken dia bahagia.
           Pada saat Law dan ken berjalan-jalan, Law melihat sosok seperti Yen. Law berlari menemui nya. "Yen?!" orang yang di pegangnya pun menoleh dan sontak memeluk Law erat. "Law,.?!" ucap Yen lirih. "Yen, kenapa kamu pergi?" tanya Law sambil melepaskan pelukannya. Yen mengajaknya duduk. "maaf Law, aku tak sempat mengabari mu. Malam itu, Mama kritis aku dan papa segera membawanya ke Rumah Sakit. aku tak sempat mengabarimu karena HPku tertinggal di Rumah. Dan, tiba-tiba kata dokter, Mama harus di pindah ke Tokyo. Akhirnya aku dan Papa pergi ke tokyo dan rumah Osaka kita tinggal. Pada saat aku dan Papa dalam perjalanan, Mobil kami bertabrakan dengan mobil lainnya. Papa meninggal di tempat, aku selamat. HP ku entah dimana. Aku menangis saat itu. Panik dan tak tau harus bagaimana. Untungnya Nenek tinggal di tokyo bersama om. aku menghubungi mereka saat aku di rumah sakit. mereka segera datang ke rumah sakit. Mama Akhirnya sembuh dari sakit dan mendengar kabar papa meninggal mama ikut meninggal. Aku syok dan akhirnya tinggal Bersama nenek dan om." Law menangis mendengarnya. "Yen,. aku turut berduka. kini kamu kuliah dimana?" Tanya Law. "aku Kuliah di Universitas Musik Tokyo." "Laaww,.!! yaampun sayaang, kamu berlalri kencang sekali sih?" Law yang melihat Ken bermandikan Keringat terkikik. "Gomen Sayang, Ken, ini Yen yang aku ceritakan itu." "Yenny? jadi kamu teman Law itu?" ucap Ken. "Lho? kalian sudah kenal?" Ternyata, Ken adalah Sepupu dari Yen.

             Akhirnya Yen dan Law kembali bersama-sama.


Arigatoo Gozaimasu