Suatu hari, di sebuah gedung terjadi rapat antar kepala sekolah. Mereka sedang membicarakan masalah siswanya.
Kepala Sekolah A adalah kepala sekolah dari kepala sekolah. Setelah satu tahun ini, Mrs A mendapat laporan bahwa para pelajar indonesia tercatat sering melakukan tawuran. “Saya merasa kecewa dengan kalian. Bagaimana tidak, sekolah itu di bangun untuk mendidik anak agar mereka punya Budi Pekerti yang baik,!” Ucap A.
“Bu A! Jujur saya tidak pernah mangajari murid saya tawuran. Mereka saya didik menjadi murid yang baik Bu!” Ujar B. Bagus B! Itu yang saya inginkan!” Tegas A.
Sebulan kemudian, rapat kembali membahas masalah tawuran. “Bagaimana ini?! Kalian tidak ada kemajuan menjadi lebih baik! LIHAT! Semakin banyak saja laporan tentang tawuran pelajar.” Bentak A. “Saya janji Bu, bulan depan tidak akan ada tawuran pelajar.” Ujar C.
Bulan depannya, rapat kembali diadakan, “Apa-apaan ini?! Kenapa muka kalian babak belur begitu? Apa kalian kecelakaan?” Tanya A kaget. “Tidak pak, ini upaya kami menghentikan tawuran pelajar.” Ujar D. “Bagaimana upaya kalian?” A masih heran.
“Mudah pak! Bukan pelajar yang tawuran, tapi kami para guru.” Dengan polosnya D menjawab. “Hebat kalian.” Ungkap A.
No comments:
Post a Comment