Tabir Semangat Masa Depan
Hari terang berganti gelap
Hari terang berganti gelap
Hamparan bumi menjadi senyap
Awan
putih pun berganti kelam
Tak
tanda nampak
keceriaan
alam
Ku tangkap
sosok seorang pria
Berjalan tegap dengan
gagahnya
Berbajukan senjata ala
kadarnya
Pergi membela
tanah airnya
Kurasakan
kuat hembusan
semangatnya
Hembusan napas pembela bangsa
Meski sebagian
dari kaum hawa
Yang ikut melihat
sambil berdoa
Kini
aku terduduk
diam di atas sajadah
Mendoakan
kepergian engkau dan
ayah
Yang
pergi membela bangsa ini
Membela kami dari tirani
Ibu bersimpuh dengan mukena
Cemas gelisah datang menjelma
Tak jelas terucap untaian
doanya
Senjata mulia untuk keluarga
Penjajah kembali masuk desaku
Teriak anak bangsa TAKBIR menyeru
Para
pemuda siap siaga
Untuk
kembali melawan bangsa durjana
Aku
berlindung di bawah
rumahku
Senandung doa terucap selalu
Tak dapat sesuatu aku melakukan
Namun yakinlah ku bisa
merasakan
Darah
menggenang di mana-mana
Manusia
sekarat, hilang
nyawanya
Hilir mudik relawan
wanita
Penuh keikhlasan mereka merawat dan menjaga
Ku
melihat sosok laki-laki itu
Tergeletak
lemah di dipan kayu
Luka
menyayat diterjang
peluru
Membuat miris, mengiris qalbu
Hari kelam berputar menjadi pagi
Aku
susuri
lorong yang sepi
Ku
tatap
sosok pejuang itu
Kain putih membungkus tangan dan dagu
Tatap matanya bicara padaku
Tugas mulianya telah
menunggu
Jahitan ribuan luka
mengokohkan niatnya
Akan dibela hingga bumi
pertiwi merdeka
Asanya membuncah dan memaksaku
Beriring doa ku lepas lagi
kepergianmu
Semangat
pejuang desaku
Tekadmu mengharukan
nuraniku
Tak
terdengar nafas kesal darinya
Hanya
nafas semangat yang terus membara
Begitukah
anak bangsa masa depan nanti?
Kuharap
semangatnya turut
terbawa anak bangsa dari generasi ke generasi
oleh : Fidza Aliceia
editor puisi : Ustad Kardi
oleh : Fidza Aliceia
editor puisi : Ustad Kardi
No comments:
Post a Comment