Saturday, July 19, 2014

Puisi by Me _editor Mr. Kapten

Tabir Semangat Masa Depan
Hari terang berganti gelap
Hamparan bumi menjadi senyap
Awan putih pun berganti kelam
Tak tanda nampak keceriaan alam

Ku tangkap sosok seorang pria
Berjalan tegap dengan gagahnya
Berbajukan senjata ala kadarnya
Pergi membela tanah airnya

Kurasakan kuat hembusan semangatnya
Hembusan  napas pembela bangsa
Meski sebagian dari kaum hawa
Yang ikut melihat sambil berdoa

Kini aku terduduk diam di atas sajadah
Mendoakan kepergian engkau dan ayah
Yang pergi membela bangsa ini
Membela kami dari tirani

Ibu bersimpuh dengan mukena
Cemas gelisah datang menjelma
Tak jelas terucap untaian doanya
Senjata mulia untuk keluarga

Penjajah kembali masuk desaku
Teriak anak bangsa TAKBIR menyeru
Para pemuda siap siaga
Untuk kembali melawan bangsa durjana

Aku berlindung di bawah rumahku
Senandung doa terucap selalu
Tak dapat sesuatu aku melakukan
Namun yakinlah ku bisa merasakan

Darah menggenang di mana-mana
Manusia sekarat, hilang nyawanya
Hilir mudik relawan wanita
Penuh keikhlasan  mereka merawat dan menjaga

Ku melihat sosok laki-laki itu
Tergeletak lemah di dipan kayu
Luka menyayat diterjang peluru
Membuat  miris, mengiris qalbu

Hari kelam berputar menjadi pagi
Aku susuri lorong yang sepi
Ku tatap sosok pejuang itu
Kain putih membungkus tangan dan dagu

Tatap matanya bicara padaku
Tugas mulianya telah menunggu
Jahitan ribuan luka mengokohkan niatnya
Akan dibela hingga bumi pertiwi merdeka

Asanya membuncah dan memaksaku
Beriring doa ku lepas lagi kepergianmu
Semangat pejuang desaku
Tekadmu mengharukan nuraniku



Tak terdengar nafas kesal darinya
Hanya nafas semangat yang terus membara
Begitukah anak bangsa masa depan nanti?

Kuharap semangatnya turut terbawa anak bangsa dari generasi ke generasi

oleh : Fidza Aliceia 

editor puisi : Ustad Kardi 

No comments:

Post a Comment