Namaku Aisyah, aku dibesarkan ditengah-tengah keluarga kaya raya. yaa bisa dibilang kalau keluargaku memang super kaya. Aku punya 2 kakak dan 1 adik. Kakak pertama ku cowok, sebut aja Ghifar. Kakak kedua ku cewek, namanya Ashifa. Sedangkan adik ku bernama Gilang. Sejak aku berumur 2 tahun, aku tak pernh lagi melihat ibuku. iya, orang yang udah melahirkanku di dunia ini.aku sempat bertanya pada Ayah, kemana perginya Ibu selama ini, tapi Ayah justru menangis dan tak bisa menjelaskan apapun. Akhirnya, sejak saat itu aku tak pernah lagi menanyakan tentang ibu pada Ayah. Mungkin Ayah terluka, aku tak pernah tau itu.
"kakaaaaaakkkkk... kak shifaaaaaaaaaa!!!" teriakku dari kamar. "wuuuh apaan sih dek? berisiik.." ujar kakakku menuju kamarku. "kak! kakak jawab pliiss yaaaa..." aku memohon pada kakak. "what? apa? mau nanya apa emang?" kak Ashifa bingung. "kak, kakak pasti lagi naksir cowok tetangga sebelah kan? iya kan? jujur deh kaaakkk.." paksa ku. memang sih, aku udah mulai curiga sama kak Ashifa yang seriiing banget nungguin laki-laki keluar dari rumah sebelah. Padahal yaa tuh cowok tuh kelihatannya lebih kecil umurnya dari kak Ashifa loh. "what? sama cowok kecil itu? ya Allah deekk.. enggak lah, jangan-jangan adek yang suka ya?" kak Ashifa malah bertanya balik ke aku. "apaan sih kak? kenal aja kagak." ungkapku. "eeiitt emangnya suka harus kenal?" tanya kakak lagi. "iyalaah.." bantah ku. "ya udah deh kalo gituu. aku mau jalan-jalan keliling komplek." "eh deek ngapain coba?" tanya kak Ashifa. "Aisyah mau mencari jodoh.hahaha." ujarku seraya meninggalkan kamar. Oh iya aku belum kasih tau ya, aku ini udah kerja, tahun lalu aku lulus dari perguruan tinggi jurusan Arsitektur. jadi sekarang aku lagi kerja di sebuah perusahaan perumahan gitu deh. Alasanku jalan-jalan keliling komplek hari ini bukan cari jodoh kok, tapi lagi cari Es Cincau hehe.
Tak lama setelah aku berjalan aku melihat bapak penjual Es Cincau nya. Aku menghampiri bapak itu. "pas beli 3 ya pak." uajrku. "pak beli 3 pak, agak cepet ya pak." wuuh sapa sih buru-buru banget. Saat aku menoleh ke arah asal suara itu, sosok tinggi tak begitu gemuk, juga tidak kurus-kurus banget, putih, rambutnya sedikit berantakan. Oopss itu kaann.. tetangga aku. "ini neng." bapaknya memberiku 3 bungkus es. "ini pak uangnya, makasih pak." setelah itu aku segera berjalan ke rumah. "sendirian?" aku kaget bukan main. cowok tadi menyapaku. "eh? aku?" tanyaku. "hahaha iyalaah siapa lagi coba?" aku hanya mengangguk. diam. tak tau mau berkata apalagi. "kamu lucu ya? kuliah atau udah lulus?" tanya nya lagi. "udah lulus." jawabku singkat. "oowwhh.. kerja kah?" duuh sudah dong.. aku malu niihh. "ya" lagi-lagi jawabannku singkat. "rumah kamu mana? kok jalan? ga biasanya ada cewek jalan siang-siang bolong gini. juga, logat mu seperti bukan orang jakarta ya?" gila nih orang cerewet banget. "ah ya" okay aku bingung mau jawab apaa haduh. "kamu orang surabaya ya?" skak! kok bener sih. "eh iya" duuh jawaban macam apa siih inii. "hahaha pantesan aja, aku juga orang surabaya kok." 'ih sapa juga yang tanya.' "hahahaa aku ganggu banget ya? maaf deh." 'gila kali ya nih orang haduuh. kok rasanya jauh banget sih rumahku iniii' tak lama aku sudah berada di depan rumahku. saat hendak masuk.. "lho? ini rumah kamu toh? wah brarti kita tetanggaan dong." ujarnya. "iya, aku masuk dulu, Assalamualaikum." yak! aaahh ngapain sih tuh cowookkk..
udah seminggu ini aku serriiiingg banget pas-pasan sama cowok itu. suatu hari, aku melihat seorang ibu-ibu memasuki rumah itu, wajahnya seperti tidak asing bagiku. tapi aku lupa siapa. mungkin itu salah satu klien perusahaan kali ya. "Assalamualaikum." "iyaa waalaikum salam" jawab Gilang yang kebetulan sudah pulang dari kampus membukakan pintu. "eh? iya? cari siapa?" tanya Gilang. "siapa Gil?" tanya kak ashifa dari dalam rumah. aku yang asik meonton televisi, hanya mendengarkan percakapan tersebut. "mau bertemu Ayah kamu bisa?" tanya orang itu. "Maaf, Ayah sudah meninggal 2 tahun yang lalu." jawab Gilang. "Gilaangg suruh masuk toh tamunya." perintah kak Ashifa. "ah iya kak.. mari masuk dulu, saya panggilkan kakak saya." tamu itu, entah siapa mungkin sudah duduk. "Aisyah, panggil kak Ghifar di kamar ya." ujar kak Ashifa. "okaay." setelah aku memanggil kak Ghifar, aku kembali ke kamar ku. Entah apa yang di bicarakan oleh orang-oorang di bawah, tak lama Kak Ashifa masuk kamar. "ikut kakak ke bawah gih." akhirnya aku ikut kakak ke bawah. "ini anaknya, kamu mau melamarnya kan?" ujar kak Ghifar. 'ha?? lamaran? wait wait.' "kak? ini ada apa sih? aisyah bingung kak."
sudah sebulan setelah kejadian hari itu di rumah. besok, aku, akan menikah dengan cowok tetangga sebelah.
Setelah pernikahan berlangsung, cowok yang sudah menjadi mukhrim ku bercerita sesuatu yang membuatku benar-benar super terkejut. dan cerita itu, kakak dan adikku pun sudah tau. "Jadi... ibu yang menjodohkan kamu dengan ku?" tanya ku. "iya,.. setelah ibu kamu diceraikan oleh ayah kamu, Ibu kamu pergi menemui ibuku dan berbagi suka duka selama ini, Ibumu menyimpan berbagai rahasia yang tak terduga. Ibumu sering mengawasi mu dari dalam rumahku. Ibu mu sangat ingin melihat mu tumbuh menjadi wanita muslimah seperti sekarang ini." aku salah menduga, aku kira.. Ibu sudah benar-benar meninggalkan aku. tapi ternyata, ibu merencanakan segala sesuatu dari jauh agar aku tetap bahagia. padahal dirinya sendiri mungkin sangat sangat sangat tersakiti oleh Ayah. aku menangis? Ya! tentu. aku menangis di pelukan mukhrimku. Ibu,.. mengapa kau banyak menyimpan Rahasia yang baru sekarang ini terbongkar, bahkan ini pasti tidak semua rahasia yang ibu punya.
jadi, Guys.. Ibu kita, pasti tidak akan pernah meinggalkan kita, beliau pasti ada di dekatmu walaupun sebenarnya jauh sekali dari mu. Tapi ibu tidak akan benar-benar tega meninggalkan anaknya. Juga, ibu paasttii memiliki Rahasia terbesar, terindah yang suatu saat akan di berikan kepadamu.
cerita ini terinspirasi dari seseorang.
Yuko-chan ^_^
"kakaaaaaakkkkk... kak shifaaaaaaaaaa!!!" teriakku dari kamar. "wuuuh apaan sih dek? berisiik.." ujar kakakku menuju kamarku. "kak! kakak jawab pliiss yaaaa..." aku memohon pada kakak. "what? apa? mau nanya apa emang?" kak Ashifa bingung. "kak, kakak pasti lagi naksir cowok tetangga sebelah kan? iya kan? jujur deh kaaakkk.." paksa ku. memang sih, aku udah mulai curiga sama kak Ashifa yang seriiing banget nungguin laki-laki keluar dari rumah sebelah. Padahal yaa tuh cowok tuh kelihatannya lebih kecil umurnya dari kak Ashifa loh. "what? sama cowok kecil itu? ya Allah deekk.. enggak lah, jangan-jangan adek yang suka ya?" kak Ashifa malah bertanya balik ke aku. "apaan sih kak? kenal aja kagak." ungkapku. "eeiitt emangnya suka harus kenal?" tanya kakak lagi. "iyalaah.." bantah ku. "ya udah deh kalo gituu. aku mau jalan-jalan keliling komplek." "eh deek ngapain coba?" tanya kak Ashifa. "Aisyah mau mencari jodoh.hahaha." ujarku seraya meninggalkan kamar. Oh iya aku belum kasih tau ya, aku ini udah kerja, tahun lalu aku lulus dari perguruan tinggi jurusan Arsitektur. jadi sekarang aku lagi kerja di sebuah perusahaan perumahan gitu deh. Alasanku jalan-jalan keliling komplek hari ini bukan cari jodoh kok, tapi lagi cari Es Cincau hehe.
Tak lama setelah aku berjalan aku melihat bapak penjual Es Cincau nya. Aku menghampiri bapak itu. "pas beli 3 ya pak." uajrku. "pak beli 3 pak, agak cepet ya pak." wuuh sapa sih buru-buru banget. Saat aku menoleh ke arah asal suara itu, sosok tinggi tak begitu gemuk, juga tidak kurus-kurus banget, putih, rambutnya sedikit berantakan. Oopss itu kaann.. tetangga aku. "ini neng." bapaknya memberiku 3 bungkus es. "ini pak uangnya, makasih pak." setelah itu aku segera berjalan ke rumah. "sendirian?" aku kaget bukan main. cowok tadi menyapaku. "eh? aku?" tanyaku. "hahaha iyalaah siapa lagi coba?" aku hanya mengangguk. diam. tak tau mau berkata apalagi. "kamu lucu ya? kuliah atau udah lulus?" tanya nya lagi. "udah lulus." jawabku singkat. "oowwhh.. kerja kah?" duuh sudah dong.. aku malu niihh. "ya" lagi-lagi jawabannku singkat. "rumah kamu mana? kok jalan? ga biasanya ada cewek jalan siang-siang bolong gini. juga, logat mu seperti bukan orang jakarta ya?" gila nih orang cerewet banget. "ah ya" okay aku bingung mau jawab apaa haduh. "kamu orang surabaya ya?" skak! kok bener sih. "eh iya" duuh jawaban macam apa siih inii. "hahaha pantesan aja, aku juga orang surabaya kok." 'ih sapa juga yang tanya.' "hahahaa aku ganggu banget ya? maaf deh." 'gila kali ya nih orang haduuh. kok rasanya jauh banget sih rumahku iniii' tak lama aku sudah berada di depan rumahku. saat hendak masuk.. "lho? ini rumah kamu toh? wah brarti kita tetanggaan dong." ujarnya. "iya, aku masuk dulu, Assalamualaikum." yak! aaahh ngapain sih tuh cowookkk..
udah seminggu ini aku serriiiingg banget pas-pasan sama cowok itu. suatu hari, aku melihat seorang ibu-ibu memasuki rumah itu, wajahnya seperti tidak asing bagiku. tapi aku lupa siapa. mungkin itu salah satu klien perusahaan kali ya. "Assalamualaikum." "iyaa waalaikum salam" jawab Gilang yang kebetulan sudah pulang dari kampus membukakan pintu. "eh? iya? cari siapa?" tanya Gilang. "siapa Gil?" tanya kak ashifa dari dalam rumah. aku yang asik meonton televisi, hanya mendengarkan percakapan tersebut. "mau bertemu Ayah kamu bisa?" tanya orang itu. "Maaf, Ayah sudah meninggal 2 tahun yang lalu." jawab Gilang. "Gilaangg suruh masuk toh tamunya." perintah kak Ashifa. "ah iya kak.. mari masuk dulu, saya panggilkan kakak saya." tamu itu, entah siapa mungkin sudah duduk. "Aisyah, panggil kak Ghifar di kamar ya." ujar kak Ashifa. "okaay." setelah aku memanggil kak Ghifar, aku kembali ke kamar ku. Entah apa yang di bicarakan oleh orang-oorang di bawah, tak lama Kak Ashifa masuk kamar. "ikut kakak ke bawah gih." akhirnya aku ikut kakak ke bawah. "ini anaknya, kamu mau melamarnya kan?" ujar kak Ghifar. 'ha?? lamaran? wait wait.' "kak? ini ada apa sih? aisyah bingung kak."
sudah sebulan setelah kejadian hari itu di rumah. besok, aku, akan menikah dengan cowok tetangga sebelah.
Setelah pernikahan berlangsung, cowok yang sudah menjadi mukhrim ku bercerita sesuatu yang membuatku benar-benar super terkejut. dan cerita itu, kakak dan adikku pun sudah tau. "Jadi... ibu yang menjodohkan kamu dengan ku?" tanya ku. "iya,.. setelah ibu kamu diceraikan oleh ayah kamu, Ibu kamu pergi menemui ibuku dan berbagi suka duka selama ini, Ibumu menyimpan berbagai rahasia yang tak terduga. Ibumu sering mengawasi mu dari dalam rumahku. Ibu mu sangat ingin melihat mu tumbuh menjadi wanita muslimah seperti sekarang ini." aku salah menduga, aku kira.. Ibu sudah benar-benar meninggalkan aku. tapi ternyata, ibu merencanakan segala sesuatu dari jauh agar aku tetap bahagia. padahal dirinya sendiri mungkin sangat sangat sangat tersakiti oleh Ayah. aku menangis? Ya! tentu. aku menangis di pelukan mukhrimku. Ibu,.. mengapa kau banyak menyimpan Rahasia yang baru sekarang ini terbongkar, bahkan ini pasti tidak semua rahasia yang ibu punya.
jadi, Guys.. Ibu kita, pasti tidak akan pernah meinggalkan kita, beliau pasti ada di dekatmu walaupun sebenarnya jauh sekali dari mu. Tapi ibu tidak akan benar-benar tega meninggalkan anaknya. Juga, ibu paasttii memiliki Rahasia terbesar, terindah yang suatu saat akan di berikan kepadamu.
cerita ini terinspirasi dari seseorang.
Yuko-chan ^_^
No comments:
Post a Comment